Download as docx, pdf, or txt
Download as docx, pdf, or txt
You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang
kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat halus
dan kedap air. Oleh karena sifatnya yang sangat ideal gelas banyak digunakan di banyak bidang
kehidupan. Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam. Sifat kaca ini bisa dimodifikasi
dan bahkan bisa diubah seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan.
Kaca merupakan bahan lutsinar, kuat, tahan hakis, lengai, dan secara biologi merupakan
bahan yang tidak aktif, yang boleh dibentuk menjadi permukaan yang tahan dan licin. Ciri-ciri
ini menjadikan kaca sebagai bahan yang sangat berguna. Komponen utama kaca ialah silika.
Silika ialah galian yang mengandungi silikon dioksida. Nama IUPAC silikon dioksida ialah
silikon(IV) oksida. Silika wujud secara semulajadi dalam pasir.Kaca merupakan bahan pejal
sekata, biasanya terbentuk apabila bahan cair tidak berkristal disejukkan dengan cepat, dengan
itu tidak memberikan cukup masa untuk jaringan kekisi kristal biasa terbentuk.
Kaca biasa biasanya terdiri daripada silikon dioksida (SiO2), yang merupakan sebatian kimia
yang serupa dengan kuarza, atau dalam bentuk polihabluran, pasir. Silika tulen mempunyai tahap
lebur sekitar 2000 Selsius, jadi dua bahan lain sering dicampurkan kepada pasir dalam
pembuatan kaca. Satu daripadanya adalah soda (sodium karbonat Na2CO3), atau potasy, setara
dengan sebatian kalium karbonat, yang menurunkan tahap lebur kepada sekitar 1000 Selsius.
Bagaimanapun, bahan soda menjadikan kaca larut, jadi kapur (kalsium oksida, CaO) merupakan
bahan ketiga, ditambah untuk menjadikan kaca tidak larut.Silikon(IV) oksida ialah molekul
kovalen raksasa. Oleh itu, silikon(IV) oksida memerlukan banyak tenaga haba untuk mengatasi
setiap ikatan kovalen antara atom dalam struktur raksasa. Maka, silikon(IV) oksida mempunyai
takat lebur yang sangat tinggi, iaitu 1710 C. Dalam silikon(IV) oksida, setiap atom silikon diikat
secara kovalen kepada 4 atom oksigen dalam bentuk tetrahedron dengan sudut antara ikatan
109.5 . Unit itu diulangi secara tidak terhingga dengan setiap atom oksigen terikat kepada 2 atom
silikon untuk membentuk molekul kovalen raksasa seperti struktur berlian. Kaca merupakan

bahan pejal sekata, biasanya terbentuk apabila bahan cair tidak berkristal disejukkan dengan
cepat, dengan itu tidak memberikan cukup masa untuk jaringan kekisi kristal biasa
terbentuk.Salah satu ciri kaca adalah ia lutsinar. Sifat lutsinar disebabkan kaca terdiri daripada
bahan yang tidak mempunyai keadaan perubahan garisan atomik dalam tenaga cahaya. Juga
disebabkan kaca adalah sekata pada tahap gelombang yang lebih besar daripada cahaya,
ketidaksekataan menyebabkan cahaya terbias, menghalang pemancaran imej.

1.2

Tujuan

Dapat mengetahui bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan gelas dan kaca.
Dapat mengetahui proses pembuatan suatu barang dari bahan gelas dan kaca.
Dapat mengetahui perbedaan antara gelas dan kaca
1.3

Rumusan Masalah
Menjelaskan definisi dari tiap gelas dan kaca.
Menjelaskan beberapa sifat fisik dan kimia dari gelas dan kaca.
Menjelaskan jenis-jenis dari gelas dan kaca.
Menjelaskan komposisi penyusun dari gelas dan kaca.
Menjelaskan prosedur pembuatan gelas dan kaca.
Memberitahukan contoh-contoh dari gelas dan kaca

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kaca dan Gelas
Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang
kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat halus

dan kedap air. Oleh karena sifatnya yang sangat ideal gelas banyak digunakan di banyak bidang
kehidupan. Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam. Sifat kaca ini bisa dimodifikasi
dan bahkan bisa diubah seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan.
Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita seharihari. Tetapi seberapa banyakkah yang kita ketahui tentang senyawa unik ini? Inilah beberapa
fakta tentang kaca.
Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena
struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia
sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat,
sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara teratur. Dari segi kimia,
kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang
dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai
penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik
lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan
proses pembentukannya.
Sebagaimana bahan-bahan yang sangat banyak digunakan dalam peradaban modern, riwayat
penemuan kaca tidaklah jelas sama sekali. Salah satu rujukan yang paling tua mengenai bahan
ini dibuat oleh Pliny, yang menceritakan bagaimana pedagang-pedangang phoenisia purba
menemukan kaca tatkala memasak makanan. Periuk yang digunakannya secara tidak sengaja
diletakkan di atas massa trona di suatu pantai. Penyatuan yang terjadi antara pasir dan alkali
menarik perhatian dan orang Mesir telah berusaha menirunya. Sejak tahun 6000 atau 5000
sebelum Masehi, orang mesir telah membuat permata tiruan dari kaca dengan ketrampilan yang
halus dan keindahan yang mengesankan. Kaca jendela sudah mulai disebut-sebut sejak tahun
290. Silinder kaca jendela tiup ditemukan oleh para pendeta pada abad kedua belas. Dalam abad
tengah, Venesia memegang monopoli sebagai pusat industi kaca. Di jerman dan inggris, kaca
baru mulai dibuat pada abad ke-16. Secara keseluruhan sebelum tahun 1900, industri ini
merupakan seni yang dilengkapi oleh rumus-rumus rahasia yang dijaga ketat. Proses
pembuatannya-pun bersifat empiris dan hanya berdasarkan pada pengalaman.
Email
Email adalah bahan ticlak tembus pandang yang dibakarkan secara berlapis (3 6 lapis) pada
bahan dasar. Email merupakan massa yang mirip gelas dan dapat menempel dengan kuat. Email

terbentuk setelah campuran organik yang merigandung kuarsa dalam air dilapiskan ke alas
permukaan logam dengan cara pelelehan dan sinter.
Sifat-sifat:
Email mempunyai sifat mirip gelas. Karena koefisien pemuaiannya lebih kecil dari pada baja,
ada kemungkinan email bisa retak pada saat pemanasan. Hal ini disebabkan baja memuai lebih
panjang. Demikian pula pada pendinginan yang cepat, email dapat menjadi retak karena
tegangan tarik. Adanya retak-retak menyebabkan bahan proses dapat menerobos masuk,
menyerang baja dan menyebar dibawah lapisan email. Apabila pada proses ini terbentuk gas
seperti H2,gas tersebut dapat mengangkat lapisan email sehingga terkelupas. Untuk memperkecil
bahaya ini, pada pembuatan peralatan email, email diberi tekanan-tegangan awal. Dengan
demikian, penggunaan dengan perbedaan temperatur yang lebih besar diperbolehkan, sehingga
peralatan dapat dipanaskan/didinginkan lebih cepat. Petunjuk dari perusahaan pembuat harus
diberlakukan bila tidak ada petunjuk intem.
Penggunaan: Peralatan email digunakan dalam produksi bila produk yang diinginkan harus
mempunyai kemurnian yang tinggi dan/atau peralatan harus mempunyai ketahanan yang tinggi
terhadap asam.

2.2

Sifat Fisik dan Kimia dari Gelas dan Kaca

Ada beberapa sifat gelas yang bisa dikatakan memiliki kelebihan dibanding dengan material
lainnya, antara lain:
1. Sifat estetika atau keindahan
2. Sifat tembus pandang secara optik (transparan)
3. Sifat elastic
4. Sifat ketahanan terhadap zat/reaksi kimia
Namun kekurangan dari gelas adalah sifat nya yang getas dan mudah pecah.

Gelas merupakan bahan yang dapat ditembus oleh cahaya tampak dan sinar infra merah, tetapi
tidak oleh sinar ultraviolet. Gelas yang mengandung Pb tidak dapat dilewati oleh sinar Rontgen.
Pemanasan akan menyebabkan pemuaian gelas yang besarnya sangat berbeda satu sama lain
(tergantung koefisien pemuaian). Bila pemanasan atau pendinginan berlangsung terlalu cepat
atau terkonsentrasi pada satu titik, akan terjadi tegangan. Karena gelas bersifat rapuh, tegangan
tersebut dapat menimbulkan retakan. Bahan aditif khusus seperti boron oksida dapat membuat
gelas kimia lebih tahan terhadap bahan kimia dan perubahan temperatur. Kuarsa memiliki sifat
tennis yang lebih baik karena koefisien pemuaiannya sangat kecil.Gelas merupakan isolator
listrik yang baik dan penghantar panas yang buruk (terutama glass wool). Gelas kimia akan
berubah sifatnya setelah digunakan bertahun-tahun atau dalam waktu yang lebih singkat lagi bila
dipakai untuk temperatur yang lebih dari 150 oC. Perubahan ini dimulai dengan teradinya
kristalisasi pada beberapa tempat dan akhimya pada seluruh tempat. Dengan demikian, gelas
menjadi lebih rapuh dan tidak dapat digunakan.
Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena
struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia
sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat,
sehingga partikel-partikel silika tidak sempat menyusun diri secara teratur. Dari segi kimia,
kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang
dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai
penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik
lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO 2) dan
proses pembentukannya.
Beberapa sifat-sifat kaca secara umum adalah:

Padatan amorf (short range order).

Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair.

Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)

Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pa.s)

Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen fluorida. Karena itulah kaca
banyak dipakai untuk peralatan laboratorium.

Efektif sebagai isolator.

Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.

Pada tahun 1914, di Belgia dikembangkan proses Fourcault untuk menarik kaca plat secara
kontiniu. Selama 50 tahun berikutnya para ilmuwan dan insinyur telah berhasil menciptakan
berbagai modifiklasi terhadap proses penarikan kaca dengan tujuan untuk memperkecil distorsi
optik kaca lembaran (kaca jendela) dan menurunkan biaya pembuatan.
Reaksi yang terjadi dalam pembuatan kaca secara ringkas adalah sebagai berikut:
Na2CO3
CaCO3

+
+

aSiO2
bSiO2

Na2O.aSiO2
CaO.bSiO2

+
+

CO2
CO2

Na2SO4 + cSiO2 + C Na2O.cSiO2 + SO2 + SO2 + CO


Walaupun saat ini terdapat ribuan macam formulasi kaca yang dikembangkan dalam 30 tahun
terakhir ini namun gamping, silika dan soda masih merupakan bahan baku dari 90 persen kaca
yang diproduksi di dunia.
Kuarsa (SiO2), salah satu bentuk polimorfi silika
2.3

Jenis - Jenis dari Gelas dan Kaca

Secara umum, kaca komersial dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan:


1. Silika lebur. Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui pirolisis silikon tetraklorida
pada suhu tinggi, atau dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Secara salah kaprah, kaca
ini sering disebut kaca kuarsa (quartz glass). Kaca ini mempunyai ciri-ciri nilai ekspansi
rendah dan titik pelunakan tinggi. Karena itu, kaca ini mempunyai ketahanan termal lebih
tinggi daripada kaca lain. Kaca ini juga sangat transparan terhadap radiasi ultraviolet.
Kaca jenis inilah yang sering digunakan sebagai kuvet untuk spektrometer UV-Visible
yang harganya sekitar dua jutaan per kuvet.
2. Alkali silikat. Alkali silikat adalah satu-satunya kaca dua komponen yang secara
komersial, penting. Untuk membuatnya, pasir dan soda dilebur bersama-sama, dan

hasilnya disebut Natrium silikat. Larutan silikat soda juga dikenal sebagai kaca larut air
(water soluble glass) banyak dipakai sebagai adhesif dalam pembuatan kotak-kotak
karton gelombang serta memberi sifat tahan api.
3. Kaca soda gamping. Kaca soda gamping (soda-lime glass) merupakan 95 persen dari
semua kaca yang dihasilkan. Kaca ini digunakan untuk membuat segala macam bejana,
kaca lembaran, jendela mobil dan barang pecah belah.
4. Kaca timbal. Dengan menggunakan oksida timbal sebagai pengganti kalsium dalam
campuran kaca cair, didapatlah kaca timbal (lead glass). Kaca ini sangat penting dalam
bidang optik, karena mempunyai indeks refraksi dan dispersi yang tinggi. Kandungan
timbalnya bisa mencapai 82% (densitas 8,0, indeks bias 2,2). Kandungan timbal inilah
yang memberikan kecemerlangan pada kaca potong (cut glass). Kaca ini juga
digunakan dalam jumlah besar untuk membuat bola lampu, lampu reklame neon,
radiotron, terutama karena kaca ini mempunyai tahanan (resistance) listrik tinggi. Kaca
ini juga cocok dipakai sebagai perisai radiasi nuklir.
5. Kaca borosilikat. Kaca borosilikat biasanya mengandung 10 sampai 20% B2O3, 80%
sampai 87% silika, dan kurang dari 10% Na2O. Kaca jenis ini mempunyai koefisien
ekspansi termal rendah, lebih tahan terhadap kejutan dan mempunyai stabilitas kimia
tinggi, serta tahanan listrik tinggi. Perabot laboratorium yang dibuat dari kaca ini dikenal
dengan nama dagang pyrex. Kaca borosilikat juga digunakan sebagai isolator tegangan
tinggi, pipa lensa teleskop seperti misalnya lensa 500 cm di Mt. Palomer (AS).
6. Kaca khusus. Kaca berwarna , bersalut, opal, translusen, kaca keselamatan,fitokrom, kaca
optik dan kaca keramik semuanya termasuk kaca khusus. Komposisinya berbeda-beda
tergantung pada produk akhir yang diinginkan.
7. Serat kaca (fiber glass). Serat kaca dibuat dari komposisi kaca khusus, yang tahan
terhadap kondisi cuaca. Kaca ini biasanya mempunyai kandungan silika sekitar 55%, dan
alkali lebih rendah.

Jenis kaca yang paling umum dikenal dan yang telah digunakan sejak berabad-abad silam
sebagai jendela dan gelas minum adalah kaca soda kapur, yang terbuat dari 75% silica (SiO2)
ditambah Na2O, CaO, dan sedikit aditif lain.
Di dalam ilmu pengetahuan, istilah kaca didefinisikan dalam arti yang luas, kaca dapat
dibuat dari paduan bahan yang berbeda: paduan logam, ion-ion yang di cairkan, molekul
cair, dan polimer. Untuk banyak aplikasi seperti; botol, kaca mata, gelas dll.
Kaca memainkan peran penting dalam ilmu pengetahuan dan industri. Karena struktur
kimianya, fisik, dan khususnya sifat optik kaca cocok untuk aplikasi optik dan bahan
Optoelektronik, peralatan laboratorium, isolator termal, bahan penguat, dan seni kaca (seni, kaca
studio).
Kaca tulen boleh dijadikan begitu lutsinar sehinggakan beratus kilometer kaca boleh
ditembusi gelombang cahaya infra dalam kabel gentian optik.Kaca biasa mempunyai campuran
bahan lain untuk mengubah cirinya. Kaca bertimah hitam adalah lebih berkilauan, kerana
peningkatan index pantulannya, sementara boron ditambah bagi mengubah ciri terma dan
elektriknya, seperti Pyrex. Menambah barium juga meningkatkan indeks pantulannya, dan
serium digunakan dalam kaca yang menyerap tenaga infra. Logam oksida juga ditambah bagi
menukarkan warna kaca. Peningkatan soda atau potash menurunkan lagi tahap lebur, sementara
mangan ditambah bagi menyingkirkan warna yang tidak dikehendaki. Kaca berwarna dihasilkan
dengan bercampur dengan sedikit oksida logam peralihan. Misalnya, oksida mangan akan
menghasilkan warna ungu, oksida kuprum dan kromium memberikan warna hijau, dan oksida
kolbalt memberikan warna biru.Soda atau sodium karbonat, Na2CO3 yang menurunkan tahap
lebur kepada sekitar 1000 C. Bagaimanapun, bahan soda menjadikan kaca larut, jadi kapur
(kalsium

2.4

oksida,

CaO)

biasanya

ditambah

untuk

menjadikan

kaca

tidak

larut.

Komposisi dari Gelas dan Kaca

Definisi Teknik
Gelas mempunyai beberapa definisi teknis yang tergantung dari proses pembentukan gelas,
struktur atom dan keadaan thermodinamis nya.
Secara empiris:

Gelas adalah material non-organik hasil dari proses pendingan tanpa melalui proses
kristalisasi.

Definisi berdasarkan struktur:

Gelas adalah benda padat yang tidak mempunyai struktur seperti halnya keramik atau
logam.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk
membuat gelas, yaitu:
1. proses pendinginan dengan cepat
2. proses polimerisasi
Gelas termasuk kelompok vitroida atau termogel, yang merupakan senyawa kimia dengan
susunan yang kompleks. Senyawa tersebut diperoleh dengan membekukan lelehan yang lewat
dingin. Gelas ialah produk yang amorf dan bening dengan kekerasan dan elastisitas yang cukup,
tetapi sangat rapuh.
Komponen komponen utama pembuatan kaca :
1.Pasir : yang dikenal adalah jenis quartz
2.Soda : yaitu Na2O yang di suplai dalam berbagai soda abu (Na2CO3).
3.Feldspar : mempunyai formula umum : R2O, Al2O3

. 6 SiO2 di mana R2O dapat berupa

Na2O abu K2O abu campuran dari kedua oksidasi tersebut.


4.Borax : menurunkan koefisien ekspansi dan menaikkan ketahanan terhadap bahan kimia.
5.Cullet : merupakan pecahan-pecahan kaca atau kaca yang berasal dari produk tak lolos quality
control. Cullet berfungsi untuk menurunkan temperatur leleh dari bahan baku. Cullet yang
diumpankan sebanyak 25% dari total bahan baku.
Bahan stabilizer merupakan bahan yang mampu menurunkan kelarutan di
dalam air, tahan terhadap serangan bahan kimia lain termasuk materi-materi lain yang
terdapat di atmosfer.

Contoh bahan stabiliser yang biasa dipakai di industri gelas adalah:


1.Kalsium karbonat, membuat produk akhir menjadi tidak larut di dalam air.
2.Barium

karbonat,

meningkatkan

berat

spesifik

dan

indeks

bias.

3.Timbal oksida, membuat produk menjadi transparan, mengkilat, dan memiliki indeks bias yang
tinggi.
4.Seng oksida, membuat gelas tahan terhadap panas yang mendadak, memperbaiki sifat-sifat
fisik dan mekanik, dan meningkatkan indeks bias. Aluminium oksida, meningkatkan viskositas
gelas, kekuatan fisik, dan ketahahan terhadap bahan kimia
Komponen sekunder, di antaranya adalah :
1.Refining agent, menghilangkan gelembung-gelembung gas pada saat pelelehan bahan baku.
Bahan yang biasa digunakan sebagai refining agent pada industri gelas adalah sodium nitrat dan
sodium sulfat atau arsen oksida (As2O3).
2.Penghilang warna (decolorant), menghilangkan warna yang biasanya
diakibatkan oleh kehadiran senyawa besi oksida yang masuk bersama bahan baku. Bahan
penghilang warna yang digunakan adalah mangan dioksida (MnO2), logam selenium (Se), atau
nikel oksida (NiO).
3.Pewarna (colorant), digunakan untuk membuat gelas khusus sesuai dengan warna yang
dikehendaki.
4.Opacifiers. Bahan yang digunakan sebagai opacifier adalah fluorite (CaF2), kriolit (Na3AlF6),
sodium fluorosilika (Na2SiF6), timah phospat, seng phospat (Zn3(PO4)2), dan kalsium phospat
(Ca3(PO4)2).
2.5

Proses Pembuatan Gelas dan Kaca

Pembuatan:
Gelas dibuat dari campuran pasir, soda, batu. kapur, natrium sulfat, feldspar, senyawa boron dan
aluminium serta bahan aditif lain, tergantung pada jenisnya. Dalam oven, campuran
dileburkan
misalnya pada temperatur 600oC. Leburan tersebut didinginkan sampai Pembuatan gelas kira-

kira 1100oC. Produk-produk jadi atau setengah jadi (misalnya pelat, pipa, benda berongga,
batang dan barang yang dipres) dapat dibuat langsung dari leburan tersebut. Hal penting dalam
pembuatan bahan itu adalah pendinginan bertahap dan perlahan-lahan.Mula-mula bahan
didinginkan sampai temperatur transformasi(perubahan dari plastis ke elastis). Setelah perubahan
tersebut, bahan didinginkan lagi hingga tuntas. Dengan cara demikian tidak akan terjadi tegangan
dalam bahan yang dapat mengakibatkan retak secara tiba-tiba pada bahan ketika digunakan.
Ketahanan

kimia

Gelas sangat mudah rusak oleh lelehan alkali, alkali karbonat, (pH10), hidrogen, fluorida,
dan agak mudah rusak oleh basa panas dengan pH 7 10, serta larutan panas asam anorganik
yang mengandung air, misalnya HCl 30%.Pengolahan dan penggunaan: Gelas dapat dibentuk
dengan cara memanaskannya lagi (peniupan kaca). Selain itu gelas dapat digerinda dingin, dibor,
dipotong, direkat, diperkuat (dengan plastik/serat gelas) dan bisa diberi tegangan (kaca
pengaman) dengan pengerjaan panas.Penggunaan: Gelas digunakan sebagai bahan bila
dibutuhkan peralatan yang tembus pandang dan mempunyai ketahanan kimia yang tinggi.
Contohnya pipa, kaca pengintip, organ penyekat, bejana kecil dalam operasi, botol keranjang,
botol kecil, alat penukar panas, pompa,siklon, filter sinter, dan alat laboratorium. Secara khusus,
gelas dapat digunakan sebagai kaca pengaman, bahan isolasi, kaca optik (misalnya untuk filter),
kaca jendela, dan cermin.Keamanan: Botol biasa dan botol keranjang tidak holeh diberi beban
tekanan. Bila tidak ada petunjuk kerja intern maka petunjuk kerja yang dikeluarkan oleh
perusahaan pembuat gelas kimia harus diberlukukan.

PEMBUATAN GELAS
Proses pembuatan gelas di dalam industri meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
1. Persiapan bahan baku (batching)
Pada tahap ini dilakukan penggilingan, pengayakan bahan baku serta pemisahan dari
pengotor-pengotornya. Serbuk bahan baku ditimbang sesuai komposisi, termasuk bahan-bahan
aditif lain yang diperlukan seperti zat pewarna atau zat-zat sesuai dengan produk kaca yang
dikendaki. Pengadukan campuran bahan baku dalam suatu mixer dilakukan agar campuran
menjadi homogen sebelum dicairkan.
2. Pencairan (melting/fusing)

Bahan baku yang sudah homogen, diayak dahulu sebelum dimasukkan ke dalam tungku
(furnace) bersuhu sekitar 1500oC sehingga campuran akan mencair. Selama proses pencairan,
masing-masing bahan baku akan saling berinteraksi membentuk reaksi-reaksi kimia berikut :
Reaksi-reaksi penguraian
Na2SO3 Na2O + CO2 .. (1)
CaCO3 CaO + CO2 .. (2)
Na2SO4 Na2O + SO2 .. (3)
MgCO3.CaCO3 MgO + CaO + 2CO2 .. (4)
Reaksi antara SiO2 dengan Na2CO3 pada suhu 630 780o C
Na2CO3 +aSiO2 Na2O.aSiO2 + CO2 .. (5)
Reaksi antara SiO2 dengan CaCO3 pada suhu 600o C
CaCO3 +bSiO2 CaO.bSiO2 + CO2 .. (6)
Reaksi antara CaCO3 dengan Na2CO3 pada suhu di bawah 600o C
CaCO3 + Na2CO3 Na2Ca(CO3)2 .. (7)
Reaksi antara Na2SO4 dengan SiO2 pada suhu 884o C
Na2SO4 + nSiO2 NaO.nSiO2 + SO2 + 0.5O2 .. (8)
Reaksi utama
aSiO2 + bNa2O + cCaO + dMgO aSiO2.bNa2O.cCaO.dMgO .. (9)

3. Leburan kaca
Tungku sebagai tempat mencairkan campuran bahan baku kaca, terbagi menjadi
3 jenis, yaitu :
Pot furnace, biasanya dipakai untuk menghasilkan kaca-kaca khusus (special glass) seperti kaca
seni, kaca optik dengan skala produksi yang kecil sekitar 2 ton atau lebih rendah. Pot terbuat dari
bata silica-alumina (lempung) khusus atau platina.

Tank furnace, digunakan pada industri gelas skala besar dan terbuat dari bata refraktori (bata
tahan panas). Furnace ini mampu menampung sekitar
1350 ton cairan gelas yang membentuk kolam di jantung furnace.
Regenerative furnace.
Pembentukan (forming/shaping)
Bahan kaca yang berbentuk cair lalu dialirkan ke dalam alat-alat yang berfungsi untuk
membentuk kaca padat sesuai yang diinginkan. Ada beberapa jenis proses pembentukkan kaca,
di antaranya adalah :
a. Proses Fourcault., Bahan cair dialirkan secara vertikal ke atas melalui sebuah bagian yang
dinamakan "debiteuse". Bagian ini terapung di permukaan kaca cair dengan celah sesuai dengan
ketebalan kaca yang diinginkan. Di atas debiteuse terdapat bagian sirkulasi air pendingin yang
akan mendinginkan kaca hingga 650 670oC. Pada suhu tersebut kaca berubah menjadi pelat
padat dan akan bergerak dengan didukung oleh roda pemutar (roller) yang menarik kaca tersebut
ke atas. Gambar di bawah ini melukiskan skema prosesFour cault.
b. ProsesColburn (Libbey-Owens), Jika prosesFourcault , gerakan kaca berlangsung secara
vertikal, maka pada prosesColburn kaca akan bergerak secara vertical kemudian diikuti gerakan
horizontal setelah melewati roda-roda penjepit yang membentuk leburan gelas menjadi
lembaran-lembaran.
c. ProsesPilkington (float process), Bahan cair dialirkan ke dalam sebuah kolam berisi cairan
timah (Sn) panas. Kecepatan aliran bahan cair ini merupakan pengatur tebal tipisnya kaca
lembaran yang akan diproses. Kaca akan mengapung di atas cairan timah karena perbedaan
densitas di antara keduanya. Kaca ini tetap berupa cairan dengan pasokan panas yang berasal
dari pembakar di bagian atas kolam. Pengendalian temperatur di dalam kolam dilakukan agar
kaca tetap rata di kedua sisinya serta pararel. Bahan yang biaanya digunakan untuk keperluan ini
adalah gas nitrogen murni. Selanjutnya, aliran kaca melewati daerah pendinginan (masih di
dalam kolam) dan keluar dalam bentuk kaca lembaran bersuhu 600oC.
Proses a c di atas dikenal dengan proses mekanik.
d. Proses tiup (blow), Proses ini digunakan untuk membuat botol kaca, gelas

kemasan, atau aneka bentuk kaca seni lainnya.


4. Annealing
Fungsi tahapan ini adalah untuk mencegah timbulnya tegangan-tegangan antar molekul
pada kaca yang tidak merata sehingga dapat menimbulkan kepecahan. Proses annealing kaca
terdiri dari 2 aktivitas, yaitu :
(1) menahan kaca dengan waktu yang cukup di atas temperatur kritik tertentu untuk menurunkan
regangan internal, dan
(2) mendinginkan kaca sampai temperatur ruang secara perlahan-lahan untuk menahan regangan
sampai titik maksimumnya. Proses ini berlangsung di dalam "annealing lehr". Untuk jenis kaca
lembaran, annealing lehr ini dilewati oleh kaca-kaca yang bergerak di atas roda berjalan.
5. Finishing dan pengendalian kualitas (Quality Control)
Beberapa proses penyelesaian akhir pada industri gelas adalahcleaning and polishing, cutting,
enameling, dan grading.

1. ahan pembentuk gelas. Bahan baku jenis ini terdiri dari :


1. Pasir kuarsa/silika dengan kemurnian SiO2 99.1 99.7%
2. Sodium karbonat/soda abu (Na2CO3)
3. Asam borat/borax
4. Phosfor pentaoksida
5. Dolomit (CaCO3.MgCO3)
6. Feldspar, dengan rumus molekul R2O.Al2O3.6SiO2 di mana R2O mewakili Na2O
atau K2O atau gabungan keduanya.
7. Cullet, merupakan pecahan-pecahan kaca atau kaca yang berasal dari produk tak
lolos quality control. Cullet berfungsi untuk menurunkan temperatur leleh dari
bahan baku. Cullet yang diumpankan sebanyak 25% dari total bahan baku.
8. Bahan stabiliser, merupakan bahan yang mampu menurunkan kelarutan di dalam
air, tahan terhadap serangan bahan kimia lain termasuk materi-materi lain yang

terdapat di atmosfer. Contoh bahan stabiliser yang biasa dipakai di industri gelas
adalah
1. kalsium karbonat, membuat produk akhir menjadi tidak larut di dalam air.
2. barium karbonat, meningkatkan berat spesifik dan indeks bias.
3. timbal oksida, membuat produk menjadi transparan, mengkilat, dan
memiliki indeks bias yang tinggi.
4. seng oksida, membuat gelas tahan terhadap panas yang mendadak,
memperbaiki sifat-sifat fisik dan mekanik, dan meningkatkan indeks bias.
5. aluminium oksida, meningkatkan viskositas gelas, kekuatan fisik, dan
ketahahan terhadap bahan kimia.
1. Komponen sekunder, di antaranya adalah :
1. Refining agent, menghilangkan gelembung-gelembung gas pada saat pelelehan
bahan baku. Bahan yang biasa digunakan sebagai refining agent pada industri
gelas adalah sodium nitrat dan sodium sulfat atau arsen oksida (As2O3).
2. Penghilang warna (decolorant), menghilangkan warna yang biasanya diakibatkan
oleh kehadiran senyawa besi oksida yang masuk bersama bahan baku. Bahan
penghilang warna yang digunakan adalah mangan dioksida (MnO2), logam
selenium (Se), atau nikel oksida (NiO).
3. Pewarna (colorant), digunakan untuk membuat gelas khusus sesuai dengan warna
yang dikehendaki.
4. Opacifiers. Bahan yang digunakan sebagai opacifier adalah fluorite (CaF2), kriolit
(Na3AlF6), sodium fluorosilika (Na2SiF6), timah phospat, seng phospat
(Zn3(PO4)2), dan kalsium phospat (Ca3(PO4)2).

Berdasarkan sifatnya terhadap panas


Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat
dibentuk ulang.. contohnya : PVC, Polietilena
Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak
dapat dibentuk ulang. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik )
Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya.

Polimer termoplas terdiri atas molekul molekul rantai lurus, sedangkan polimer
termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang
keras dan lebih kaku.

You might also like