Gariis

You might also like

Download as docx, pdf, or txt
Download as docx, pdf, or txt
You are on page 1of 2

 Point.

A point is drawn (shown) by means of a dot and is labeled with a capital letter,
for example: point A, point B, point C, point P, point Q, etc.
 Titik. Titik digambarkan(ditunjukkan )dengan noktah dan ditulis dengan huruf
kapital, misalnya titik A, titik B, titik C, titik P, titik Q, dan seterusnya.
 Line. A line in this chapter means a straight line. A line is a set (collection) of points. A
line has an infinite length, or does not have any limit to either side (right and left), and
so we only draw a segment of it as its representation. A line is labeled with a lower case
letter, such as line g, line h, line k, line l,etc.
 Garis. Garis pada bab ini maksudnya adalah garis lurus. Garis merupakan
himpunan (kumpulan) titik-titik. Garis tidak memiliki batas ke kiri atau ke kanan,
oleh karena itu garis cukup digambar wakilnya saja. Garis ditulis dengan huruf
kecil, misalnya garis g, garis h,garis k,garis l, dan seterusnya.

Relative Positions Of Two Lines

There are four positions of a line relative to another line, which are:

a. Coinciding. Line g coincides line h if every single point on line g is also located on line
h, and vice versa. A sufficient condition for coincidence of two lines is to have two
common incidence points.
b. Intersecting. Two lines g and h intersect each other if both have exactly one common
incidence point; that is, the point at which the two lines cross with one another. Any two
lines can only be intersecting if they are located on the same plane.
c. Parallel. This lines g and h are called parallel (//) if both do not have any common
incidence point. From any two parallel lines, we can always define (from) a plane that
contains those two lines.
d. Skew. The lines g and h are said to be skewed if both lines do not have any common
incidence point, nor are parallel, and are located on two different planes. On cube
ABCD.EFGH, line AE is skew to lines BC, FG, BG, FC, DC, DG, DH, HG, DB, DF,
BH, and FH. From any two skew lines, no plane can be defined (formed).
Kedudukan Dua Garis

Kedudukan satu garis pada garis lain ada empat, yaitu:

a. Berimpit. Garis g berimpit dengan garis h jika setiap titik di garis g juga terletak di
garis h, dan sebaliknya. Syarat cukup untuk dua garis berimpit adalah memiliki dua
himpit persekutuan.
b. Berpotongan. Garis g dan h berpotongan jika kedua garis tersebut memiliki tepat
satu titik persekutuan, yaitu titik potong kedua garis. Dua garis hanya dapat
berpotongan jika terletak pada bidang yang sama.
c. Sejajar. Garis g dan h sejajar (//) jika kedua garis tak mempunyai titik persekutuan.
Dari dua garis yang sejajar, selalu dapat ditentukan (dibentuk) sebuah bidang yang
memuat kedua garis tersebut.
d. Bersilangan. Garis g dan h dikatakan bersilangan jika garis g dan h tidak memiliki
titik persekutuan, tidak sejajar, dan terletak di dua bidang yang berbeda. Pada
kubusABCD.EFGH, garis AE bersilangan dengan garis BC, FG, BG, FC, DC, DG,
DH, HG, DB, BH, dan FH. Dari dua garis yang bersilangan tidak dapat ditentukan
(dibentuk) suatu bidang.

You might also like